Wednesday, 27 June 2018

Review Samsung Galaxy A6+ – Setelah Pemakaian Satu Bulan!


Halo semuanya! Apa kabar? Long time no see yah. As what the title says, kali ini aku ingin review handphone Samsung Galaxy A6+ yang rame dipromosi di media akhir-akhir ini. First of all, tujuannya dibuat post ini adalah karena aku ingin share pengalaman setelah menggunakan smartphone ini. Untuk sebelumnya, aku ngga pernah beli handphone, I mean the handphones that I used were gifts, so last month I decided to buy one. The previous one was Xiaomi, it was good, up until I thought I need to buy new one since my Xiaomi Redmi 3 was no longer capable to handle the apps that I need regularly. Jadi intinya, aku tau rasanya kebingungan mau beli handphone merk apa dan yang seperti apa dan ingin berbagi aja pengalaman setelah menggunakan Samsung Galaxy A6+, kali aja ada diantara kalian yang ingin tau dan berminat beli kan? Hihi.



So, mulai aja dari bentuk handphonenya dulu. Kalau kalian pernah lihat review unboxing Samsung Galaxy A6+ di Youtube, handphonenya ya sama persis seperti itu bentuknya. Displaynya 6”” (15.24 cm) dengan layar amoled. Jadi kalau layar amoled itu yang aku perhatiin, jika di dalam ruangan layarnya ini ga bakal cerah – cerah banget. For me, karena sudah terbiasa dengan layar yang agak cerah, jadi kadang aku harus set autobrightessnya untuk lebih cerah sedikit lagi dengan standar penglihatan aku. Nonetheless, kalau outdoor, layarnya cerah banget dan karena ini amoled jadi kita ga perlu nutupin layarnya dengan tangan biar kelihatan hahaha. Coba perhatiin dua gambar dibawah, untuk yang sebelah kiri kondisi layar di outdoor, untuk sebelah kanan kondisi layar indoor. 




Handphone ini berbahan metal, tapi kalau dibandingkan Xiaomi Redmi 3 lebih berat handphone Xiaomi Redmi 3 dibanding Samsung, jadi awalnya aku kira ini plastik biasa handphonenya karena metalnya itu ringan banget dengan ukuran handphone selebar itu. By the way, tidak disediakan untuk pelindung handphonenya yah, beda kalau beli Samsung seperti S9 atau S8. Sampai sekarang juga aku masih belum beli kok casing khusus A6+ beserta temper glassnya, katanya sih mungkin setelah 2 bulanan baru ada kali produsen yang jualin casing handphone ini di pasaran. Ohya, keunggulan yang lain adalah handphone ini layar penuh, jadi ngga ada tombol sama sekali, kecuali tombol untuk set volume dan turn off di bagian sisi kiri dan kanan handphone. Dilengkapi dengan finger print juga di bagian belakang handphone dan posisinya cukup nyaman juga buat cek fingerprint kita. Selain fingerprint juga ada face recognition yah. For the color I choose black because it’s so elegant and nice and classy.

Okay kita lanjut ke softwarenya langsung aja. By the way handphone ini memiliki RAM 4GB dan memori internal 32 GB yah. Kalau ada online shop yang jual memori internal 64 GB itu patut dipertanyakan karena Samsung resminya aja emang ngeluarin yang 32 GB doang, sama seperti Samsung Galaxy A6 juga. Looking at the qualifications, I think you don’t need to doubt the performance because it’s pretty quick to open and reopen one and more apps. Handphonenya sudah diinstall dengan Bixby dan OK Google and kece banget. Up until now, Bixby belum terlalu berguna sih di aku, tapi aku pernah coba dan memang itu ngebantu banget buat translate bahasa asing dan juga search for similar things yang kita belum pernah lihat sebelumnya. Buat OK Google, aku pernah coba untuk search menggunakan pemindai suara dengan kualitas suara berbeda-beda dari suara bisik-bisik dengan volume kecil sampai aku gunain juga di supermarket yang rame dan tetap bisa berfungsi dengan baik dan listen to my voice clearly. Buat gamers, this smartphone is pretty cool with its Game Launcher. It will keep your phone in a good performance while you’re playing it for hours. Game besar seperti PUBG dan The Sims juga ga bakal terlalu ngebuang battery handphone karena Game launcher ini somehow bisa menghemat penggunaan batterynya. Ada juga Samsung Max, dimana apps ini bisa kontrol pemakaian data internet.
                                                                                                      
Next ke bagian batterynya dengan kapasitas 3500mAh. Kemarin sempat aku jalan-jalan ke museum dan paket internet aku nyalain seharian, handphonenya juga nonstop untuk foto-foto, recording, balas chat, buka Instagram, dan baterainya awet dari jam 09.00 pagi sampai jam 09.00 malem. Yah lumayan sih hemat baterai juga ternyata untuk smartphone ini. Tapi kalau dibuat untuk main game dan nonton Youtube seharian mungkin ga terlalu lama ya awetnya. 


























Untuk entertainment lain, kalau kalian suka dengerin musik, you can use the headset to gain more clear sound. Karena speakernya tidak terlalu kenceng dan bass, lebih bagus speaker Xiaomi Redmi 3. Anyyway, handphone ini asik juga buat nonton video dan record video. Karena handphone ini bisa membuat suara yang di record itu jernih dan gambarnya juga bagus, stay steady walaupun tangan kalian shaking megang handphonenya. Kalau mau nonton film dengan HOOQ bisa pakai headset dan set Dolby Atmos untuk suaranya, and enjoy the infinity display!



Last but not least, the camera is cool! Untuk selfie kamera ini bener-bener okay dan bisa nangkap jerawat dan bintik-bintik hitam di muka. Dan juga warna dari kameranya ga terlalu pink atau terlalu orange, jadi benar-benar menangkap gambar sesuai realnya. Kalau mau dibandingin kamera depannya mungkin bisa dibandingkan dengan kamera pocket Canon atau Fujifilm yah, karena emang sebagus itu. Untuk kamera belakangnya juga okay, dilengkapi juga efek bokeh untuk Samsung Galaxy A6+ ini, tapi ofcourse ga secanggih Iphone (see the last picture below). Ada kelemahan yang ga aku suka dari kamera handphone ini yaitu susah banget untuk menangkap gambar dalam keadaan lowlight. Somehow kayanya kalau di dalem ruangan yang kurang pencahayaan kamera ini akan bekerja keras untuk mencerahkan ruangan sekitar dan gambarnya turns out to be ugly, jadi pecah-pecah gitu (third pict below). Dan make sure kalau foto dengan kamera belakang tangannya jangan goyang, karena kamera ini gampang banget shoot dengan hasil blur. Atau mungkin aku aja kali ya yang kurang bisa gunain kamera Samsung. Tapi emang bener, kalau dibanding dengan kamera Xiaomi, kamera Samsung lebih lambat dalam menangkap gambar dan jadi gampang blur gitu.

Ini hasilnya foto dan bikin video pakai Samsung Galaxy A6+. Lumayan keren kan? Wkwk







So I guess that’s all for the review. Sorry kalau banyaknya negbandingin dengan Xiaomi Redmi 3 karena aku cuma review handphone yang pernah aku pakai aja hehe. Overall, handphone ini memuaskan banget dimulai dari performancenya hingga harganya juga haha. Ohya aku belinya di Bukalapak yah, jadi harganya bisa lebih murah dibanding beli di toko resminya, selisih 200rbuan sih, wkwk. Buat kamu yang ingin beli handphone baru dengan budget 5jutaan, kamu bisa pertimbangin untuk beli handphone yang satu ini, because it’s worth the hype! See you!

Feel free to leave comment and share your opinion of my post :)
Post a Comment