Wednesday, 20 April 2011

Think Positive!

Helo my lovely readers! How are you doing? Fine? That’s great!

Well, sekarang gue lagi bingung mau post apa, tapi yang jelas gue kepengen banget nge-post something di blog anjing saya. Eh, maksudnya blog unyu saya. Hehe.

Gimana kalau kali ini kita merenung sedikit dan berpikir positif? Nah, berpikir positif itu nggak susah kok. Gue udah berpengalaman kalau di bidang ini, hehe. *hue!*

Banyak yang kita dapatkan kalau kita berpikir positif. Salah satunya, setelah berpikir positif gue jamin, lo pasti langsung senyum-senyum sendiri dan pikiran lo jadi lebih terkontrol.

Nah, kali ini gue pengen menulis sesuatu yang mungkin akan mengubah sedikit cara pandang lo terhadap masalah-masalah lo. Berikut ini adalah hal-hal yang gue renungkan selama gue liburan di rumah. *karena nggak ada kerjaan, jadi ya, melamun mulu*. Yuk baca!

  • Kadang lo ngerasa bete ya, kalau nggak ada orang yang mau bantuin lo ngerjain sesuatu? Well, gue selalu ngerasa begitu. Tapi jangan khawatir dan putus asa. Kita selalu bisa ngerjain sesuatu asal ada kemauan dan tekad kalau pekerjaan itu akan terselesaikan. Kerjakan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Juga berdoa! Setelah itu, lo pasti bisa deh ngerjain semuanya. Mungkin kalau lo nggak punya temen untuk minta tolong, lo bisa pergunakan temen setia lo, yaitu internet.

    Dunia gak adil? Yups! Absolutely true. Tapi, kita gak boleh mengahakimi dunia ataupun Tuhan karena udah membuat hidup kita gak adil. Kita mesti bisa nerima dunia gak adil. Ya, mungkin itu yang namanya karma. Ambil positifnya aja. Percaya kalau dibalik ketidak-adilan itu pasti ada berkahnya buat kita.

    Selesaikan semua masalah dengan kepala dingin. Bukan dalam arti lo harus dewasa atau tidak egois. Kepala dingin bisa berarti lo harus nerima masalah itu dengan ikhlas dan jangan langsung marah-marah, bete, atau sebagainya. Lo tau kan lo punya kekurangan? Nah, perbaiki kekurangan lo itu. Mungkin disitu masalah lo yang sebenarnya.

    Egois disaat temen lo lagi emosi itu wajar. Jangankan temen lo, lo juga pasti kayak gitu. Lo mungkin aja menganggap mereka egois, sedangkan lo tidak. Well, kenyataan tidak begitu, bro. Semua orang pasti egois. Selfish came naturally. Ya udah, kalau udah lagi di posisi itu, aggap aja egois itu wajar. Ntar juga kalau udah terbiasa nganggap egois itu wajar, keegoisan itu hilang dengan sendirinya.

    Jangan pernah berkata “aku nyesel udah kenal kamu!” dengan orang yang mungkin lo benci banget. Penyesalan hanya untuk sementara. Tuhan mengenalkan kita pada mereka yang kita benci atau tidak kita sukai, pasti ada alasannya. Agar kita bisa membandingkan diri kita dengan orang yang kita benci itu. Nah, seharusnya sebelum lo membenci seseorang, lo harus berada di posisinya dulu. Inget nggak istilah “kenali dulu musuhmu”? dan kita juga seharusnya membenci diri kita sendiri karena telah membenci orang lain. Membenci orang itu pasti karena kita membenci keburukannya. Nah, lo ngerasa gak kalau keburukannya mungkin juga ada dalam diri lo?

    Dunia itu emang sempit banget! Mau gimana lagi coba? Ketemu sama orang yang nggak pengen lo temui? Anggap aja angin lalu. Lo mungkin inget dia, tapi berdoa aja biar dia nggak inget lo. Biar dia nggak negur lo dan pikiran lo nggak ngumbar ke masa lalu. Atau, ikutin nih cara gue yang satu ini à kalau ketemu sama orang yang nggak pengen lo temuin, pura-pura nggak liat, dan mikir kalau “dia nggak ingat aku. Dia nggak ingat aku. Dia nggak ingat aku.” Setelah itu pasti akan berjalan biasa lagi.

    Rajin-rajin meminta maaf, guys. Mungkin ini bukan pikiran positif à lo mesti mikir, gimana kalau lo akan mati lima menit lagi? atau minggu depan? Atau mungkin besok? Nah. Jangan minta maaf pas lebaran aja. Semua hal-hal kecil yang biasa banget di mata lo, mungkin bisa meyakiti perasaan orang lain. Walaupun lo ngerasa nggak salah, tapi kalau reaksi orangjadi marah gitu, ya, lo wajib minta maaf. JANGAN GENGSI!

    Ngerasa kalau lo nggak dipeduliin? Sedangkan lo rajin peduliin orang? Nah, jangan begitu dong. Maksud gue, jangan berharap kepedulian lo itu dibalas dengan kepedulian orang lain terhadap diri lo. Tapi berharaplah kepedulian lo itu dibalas oleh Yang Maha Kuasa.

    Masalah lagi masalah lagi. Dan kali ini berat banget untuk lo jalani? Well, mungkin menurut lo, lo sendiri banget. Tapi, Tuhan selalu ada buat lo! Inget tuh. Inget semua kebahagiaan yang lo dapet. Itu semua krena izin-Nya. Dan mungkin cobaan dengan masalah yang lo hadapi sekarang, adalah kerikil atau gurun pasir yang harus lo hadapi. Lagian, nggak mungkin dong Tuhan selalu biarin lo bahagia? Enak banget lo! Lagian, hidup apa namanya kalau tanpa masalah? Maka, walaupun lo lagi dalam masalah, tetap bersyukur padanya dan ucapkan terimakasih banyak-banyak *inget kebahagiaan-kebahagiaan lo*. Tuhan pasti bantuin lo kok! Dia kan baik banget, ngasih hal-hal yang buat lo bahagia. Jadi, ingatlah pada Tuhan selalu.

    Kunci untuk memaafkan orang lain adalah: memaafkan diri sendiri dulu. Rajin-rajin ngaca ya. *ups! bukan ngeledekin. Tapi kalau ngerasa, maaf deh*. Inget! à Lo punya banyak kekurangan. Jadi, maafkanlah orang yang buat lo tersinggung, atau patah hati. Baik banget deh lo!

    Jangan lupa, SELALU JUJUR! Gampang kok jadi orang jujur tuh, sumpah. *bukan berarti gue orang yang jujur. Tapi gue mencoba, men.*. Jujur itu banyak mendatangkan berkah! Walaupun lo jujur atas kesalahan lo, tapi lo mesti tanggung jawab. Walaupun akhirnya lo bakal kena ganjarannya. Tapi ya mau gimana lagi. Ambil positifnya aja.

    Jangan terlalu banyak memutuskan kriteria untuk pacar. Yang ini lah, yang itu lah, harus begini lah, harus begitu lah. Sekarang gini deh, menurut lo, dengan kriteria pacar yang lo pengenin itu, lo bakal bahagia? Well, kalau iya, selamat deh. Tapi, yang namanya memutuskan kriteria sih emang boleh. Namun sebaiknya lo liat diri lo dulu deh. Menurut lo, lo pantes nggak dengan orang yang lo pengenin? Lo pantes nggak dengan orang yang lo idam-idamkan? Bukan maksud gue ngerendahin lo, tapi kita harus lebih tahu diri. Dalam masalah apapun, tahu diri itu penting. Dan juga, menurut gue, kriteria yang pantes untuk orang yang pengen lo jadiin pacar adalah : setia, jujur, percaya sama lo. Udah. Setelah lo dapet tuh cowok/cewek, pasti lo bahagia deh. Karena dari ketiga kriteria itu, udah pasti mereka sayang banget sama lo. Sihiiiiy!

    Nah, ini yang gue jarang ketemu di abad 20 ini. MENABUNG! Lo liat nggak orang tua lo kayak gimana? Kalau mereka baik-baik aja, punya banyak duit, dan menurut lo bisa menghidupi lo, oke-oke aja. Tapi apa nggak pernah terlintas di benak lo untuk memenuhi hidup lo sendiri? Walaupun lo masih kecil, tapi itu adalah wujud dari kedewasaan dan kemandirian. Orang tua memang selalu ada tiap kita butuh, tapi sangat baik kalau suatu saat mereka berpaling membutuhkan kita, dan kita bisa membalasnya, melalui uang kita. Nah, pasti kita juga seneng kan liat orang tua kita bahagia?

    Mau nangis, nangis aja, mau galau, galau aja, mau teriak, teriak aja. Nggak apa-apa kok. *kecuali kalau ada tetangga lo yang teriak neriakin lo berisik.* Itu adalah bentuk ekspresi lo terhadap masalah yang lo hadapi. Dan itu wajar dan nggak masalah sama sekali. Tapi lo harus yakin, setelah itu semuanya akan baik-baik aja. Ingat ini à bersakit-sakit ke hulu, berenang-renang ketepian.

    Nah, lo selalu di ledekin childish atau anak-anak? Ya elah. Nih ya, sebenarnya, yang ledekin lo keanak-anakan itu lebih anak-anak dari lo sendiri. Kenapa? Hmm, kenapa ya? Coba lo mikir deh. Lo umur berapa sekarang? Diantara 10 sampai 23? Menurut gue, umur segitu masih labil emosinya dan masih ada sifat kekanak-kanakannya. Nah, orang yang ngejek lo labil, childish, bocah, atau hal sebagainya, sebenarnya nggak bisa mengerti kalau kita masih labil dan butuh di bimbing. Mereka selalu menjelek-jelekkan kita, menganggap diri kita rendah. Mereka itu nggak ngaca. Mereka kira mereka dewasa apa? Dan mau tau, apa arti dewasa itu? Dewasa itu adalah sifat dimana lo mengerti dengan apapun dan mampu menyelesaikannya dengan baik dan benar. Nah, kalau sudah diejek gitu, menurut gue, lo yang harus dewasa. Cukup mikir aja “ya, aku emang masih labil. Aku emang kekanak-kanakan. Terus kenapa?” Nah, menurut gue, itu adalah kalimat yang menggambarkan kalau lo tahu diri dan perlahan lo dewasa karena itu. Lagipula, sebenarnya tidak ada yang salah dengan kekanak-kanakan. Orang yang tidak mengerti dengan kekanak-kanakan itulah yang tidak dewasa. Maka, berpikirlah dewasa, bukan hanya sekedar berstatus dewasa.


Nah, itulah beberapa saran, kritikan, penjelasan dimata gue tentang beberapa hal yang mungkin mengganggu hidup kita. Maaf kalau kurang berkenaan dengan pendapat lo, tapi itulah yang gue renungkan dan gue mulai mengerti sedikit demi sedikit bagaimana menyelesaikan suatu masalah dengan benar. Lo nggak perlu kok ikutin saran-saran gue ini. Cukup renungin sendiri dan berpikir jernih aja, lo pasti dapet penyelesaian masalah lo sendiri.

Selebihnya, pastikan kalau pikiran lo selalu jernih dan hilangkan energi negatif setiap lo punya masalah. Bukan berarti lo menyepelekan masalah lo. Tapi selalulah percaya bahwa, semua akan baik-baik saja.

Saran yang lain sih, saat lo banyak masalah, banyak-banyak tarik nafas, dan tersenyum. Tinggalkan kesan kalau lo itu kuat untuk menghadapi masalah lo. Dan lo pasti bisa!

Kayaknya segitu aja deh postingan gue tentang renungan gue ini. Semoga bisa lo terima dan bermanfaat. See you next post and happy reading ^^

Post a Comment