Friday, 8 April 2011

Matamu tajam, sorotnya seakan pisau yang diasah

Aku geram, menendang perasaanku jauh dari tempatnya

Aku muak, menampar pikiranku untuk tidak memikirkannya

Tapi otot-otot di bibirnya itu, menghancurkan jiwa

Meleleh hatiku dibuatnya

Lebur, tak kuat aku mengembalikannya jadi beku

Lilinku sudah habis, tak bersisa, tak bercahaya

Tak ada yang menyadarkanku kini

Aku terjerembab dalam angan

Tentangmu, bahasamu, semuanya

Hal tentangmu yang sebanarnya adalah semu

Tak berbayang, tak tersentuh

Tak beraroma, tak bernyawa

Aku takut, bimbang dan gelisah

Adakah aku di batinmu?

Adakah namaku di bukumu?

Adakah aku dihatimu?

Kamu hanyalah kisah fana

Abadi dan susah dijelaskan

Dan kamu, bagian dari aku

Berterimakasihlah karena itu

Kemari, peluk aku

Rasakan godaan demi godaan, bisikan demi bisikan, hembusan demi hembusan

Cinta

Ragamu, nyawaku

Satu.

Post a Comment