Saturday, 12 March 2011

Bisikan Anak Di Hari Ulang Tahun Ayah Bundanya

Aku tahu aku selalu mengecewakan kalian. Aku tak berguna. Dimata kalian akulah yang paling dewasa. Aku yang paling pintar. Namun apa? Aku yang selalunya menjadi orang yang terangkuh di sini. Aku selalu menjadi orang yang tak bersyukur.

Aku minta maaf. Semua yang ku lakukan pada kalian, yang menurut kalian tidak-seharusnya-dilakukan, itu semua tidak sengaja. Aku khilaf. Dan aku juga selalu sedih mendengar ocehan dan nesehat demi nasehat dari mulut kalian. Jujur, aku tak bermaksud melakukannya. Aku hanya sibuk dengan pekerjaanku, tuntutan sekolah, jam les, dan sebagainya. Aku harap kalian maklum, karena aku memasuki dunia baru.

Dalam hati aku selalu menangis ketika melihat wajah kalian yang terlihat lelah dan lepuh. Kalian begitu ikhlas. Begitu kuat walaupun sebenarnya kalian tidak kuat untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya bukan kalian yang mengerjakannya.

Aku selalu berandai, sampai kapan kalian akan bertahan? Sampai kapan kalian akan terus ikhlas? Sampai kapan kalian akan terus menasihatiku? Sampai kapan kalian tetap tersenyum?

Maafkan aku. Mungkin pikiranku terlalu jauh. Tapi inilah aku. Aku tahu semua yang ada di dunia ini tidak kekal. Kalian yang mengajariku seperti ini.

Aku bahkan tidak tahu, jika aku seperti kalian kelak, apakah aku akan sekuat kalian? Ku harap begitu. Tapi kalian begitu berarti, begitu baik. Kalian malaikatku. Tapi apakah kalian memandangku sebagai malaikat kalian? Aku harap begitu.

Aku hanyalah titipan-Nya. Kalian sangat-sangat hebat telah mendidikku seperti sekarang. Kalian begitu hebat mengajariku dengan sikap-sikap yang walaupun-terlihat-tidak-begitu—menyayangiku. Sikap yang sangat-sangat bijaksana, keras dan penuh kasih sayang.

Aku menyesal sekali karena aku telah menimbun berton-ton dosa pada kalian. Dan aku minta maaf sekali. Aku tahu maafku ini tidak mungkin mampu menghapus semua salahku. Dan aku tahu terimakasihku takkan mampu membayar semua apa yg telah kalian lakukan padaku.

Kalian bagaikan matahari. Bersinar terang untuk menunjukan jalan kemana aku harus melangkah. Kalian bagaikan rumah, tempat dimana aku bisa dengan sepuas-puasnya berlindung.

Kata-kata ini memang nggak mungkin mampu menggambarkan apa yang telah kalian lakukan padaku. Tapi ketahuilah, aku sangat sangat bersyukur pada-Nya karena telah dititipkan kepada orang seperti kalian. Dan ketahuilah, aku juga enggan menuntut sesuatu dari kalian. Kalau saja bersekolah itu tidak wajib, aku tak akan mau bersekolah. Aku nggak mau menyusahkan kalian dengan berbagai beban dan tuntutan masa remajaku. Aku nggak mau kalian susah.

Tetaplah disini, disampingku. Jangan pernah pergi sebelum aku membuat kalian benar-benar tersenyum. Beri aku kesempatan untuk membanggakan kalian. Aku, benar-benar sayang kalian. Tak akan ada yang bisa menghapus nama kalian ataupun jasa-jasa kalian padaku. Aku sayang kalian.

Aku akan selalu mendoakan kalian. Mendoakan kalian agar kalian tidak menemui kata susah ataupun menemui musibah. Tapi aku mohon, doakan aku agar menjadi seorang putri yang kalian inginkan. Bimbing aku ke jalan yang kalian harapkan. Dengan begitu, aku pasti merasa puas karena bisa memenuhi harapan kalian.

Aku akan mencoba selalu menjadi yang terbaik. Aku akan mencoba selalu menjadi apa yang kalian banggakan. Aku janji akan mencobanya.

Selamat ulang tahun, papa mama. Semoga kalian panjang umur. Aku harap kalian bangga mempunyai anak sepertiku.

Happy 49th and 45th. 12 Maret 2011.

Post a Comment