Friday, 6 May 2011

Confession

Untuk orang yang telah kusakiti.

#nowplaying Tapi Bukan Aku, Kerispatih.

Maaf. Maaf untuk kesekian kalinya. Maaf sekali. Mungkin ini tak akan mampu menghapus rasa sakit kalian karena aku. Tapi satu hal yang kalian mesti ingat, aku selalu ingat kalian.

jangan lagi kau sesali keputusanku

ku tak ingin kau semakin kan terluka

tak ingin ku paksakan cinta ini

meski tiada sanggup untuk kau terima

1. Buat orang yang seling kupanggil ‘adek’. Aku pengen banget punya saudara cowok, dan akhirnya cita-cita aku tercapai setelah kamu datang. Dan sungguh, aku menyesal karena perbuatanku yang tidak biadab terhadap kamu. Yang marah-marahin kamu, nyuekin kamu waktu kita masih pacaran, dan sebagainya. Aku yang salah. Kamu terlalu polos waktu itu, aku menganggap kamu terlalu kekanan-kanakan. Kamu yang selalu perhatian dengan aku dari SD hingga sekrang, dan selalu ada setiap aku butuh. Bahkan saat hubungan kita berakhir, saat kamu nelpon aku, kamu nangis, dan aku juga ikut menangis, aku masih jahat sama kamu. Maaf, karena aku bukan yang terbaik. Untunglah, kamu udah dapat yang terbaik sekarang. Terimakasih udah maafin aku. Terimakasih juga untuk tidak melupakan aku.

aku memang manusia paling berdosa

khianati rasa demi keinginan semu

2. Buat mantan aku yang bilang kalau aku cinta pertamanya. Termakasih atas segala yang kamu lakuin ke aku sejak kita sekelas pas SMP dulu. Dan aku tahu, banyak hambatan kita pas kita jadian. Tapi sumpah demi apapun, saat itu aku beneran sayang kamu. Aku nggak peduli orang bilang apa, aku nggak peduli orang menertawai kita. Tapi satu hal yang buat aku ragu waktu itu. Karena aku ternyata bukan yang terbaik buat kamu. Aku terlalu pengecut dan tidak sebanding dengan kamu. Maaf sekali karena aku sempat nyuekin kamu. Tapi itulah aku. Cuek, judes, dan unfriendly. Dan terimakasih sekali karena kamu udah maafin aku, untuk segalanya. Untuk kejahatan-kejahatan aku. Terimakasih sekali.

lebih baik jangan mencintaiku aku dan semua hatiku

karena takkan pernah kau temui, cinta sejati

3. Buat mantan aku (lagi) yang sampai sekrang untungnya masih perhatian banget sama aku. Dan mungkin kamu nggak tau hal yang buat kita putus waktu itu. Maaf sekali, karena aku terlalu takut untuk jujur ke kamu. Alasan aku emang kuat, tapi pasti bakal menghancurkan kamu. Tapi kamu terlalu baik sama aku. Baik sekali hingga sekarang kita masih saling berhubungan. Walau hanya sebagai teman, tapi aku selalu senang saat kamu senyum ke aku. Terimakasih karena sudah sayang sama aku, mungkin sampai sekarang, dan maaf karena aku tidak bisa menjelaskan kenapa waktu itu.

berakhirlah sudah semua kisah ini

dan jangan kau tangisi lagi

4. Buat ‘kakak’ aku yang baru-baru ini berkenalan denganku. Maaf sekali karena adek yang tidak bisa menerima kakak. Tapi adek senang waktu kakak bilang di twitter kalau kakak juga senang adek tolak. Entah itu kiasan atau apa, tapi adek berharap begitu. Masalahnya, adek masih takut berpacaran. Walau adek selalu bilang ingin seperti ini, ingin seperti itu, jealous dengan ini, dengan itu, tapi sebenarnya itu hanya topeng belaka. Adek selalu ingin menghibur diri dengan seperti itu. Maaf, tapi kakak belum sepenuhnya mengerti adek. Dan adek pasti akan membuat kakak mengerti suatu saat nanti. Apa kakak tau kalau adek juga selalu merhatiin kakak setiap jam istirahat? Maaf kalau adek sudah menyakiti kakak, tapi menurut adek, kita memang tepatnya seperti kakak dan adik, seperti ini. Semoga selamanya terus seperti ini. Dan percayalah, suatu hari nanti, kakak akan mendapatkan orang yang benar-benar tepat buat kakak.

sekalipun aku takkan pernah mencoba kembali padamu

sejuta kata maaf terasa kan percuma

sebab rasa ku tlah mati untuk menyadarinya

semoga saja kan kau dapati

hati yg tulus mencintaimu

tapi bukan aku

5. Buat semua orang yang merasa aku sakiti. Satu hal, aku tidak pernah bermaksud menyakiti siapapun, tapi aku orang yang tidak mudah di mengerti. Kalian tidak mengerti aku. Bahkan orang terdekat aku sekalipun. I have a thousand mask. Dan kalau aku menyakiti kalian, aku pasti akan mengingat kalian. Dan mengingat kesalahanku itu. Maaf jika aku belum sempat meminta maaf secara langsung, ataupun tertulis. Tapi tolong ngerti satu hal tentang aku. Aku orang yang sering tersakiti, anggap aku seperti kalian juga. Aku minta maaf sekali.

berakhirlah sudah semua kisah ini

dan jangan kau tangisi lagi

Ini hanya sebagian pengakuan kecil untuk sebagian orang yang aku kenal dan aku ingat sampai sekarang. Semua kesalahan-kesalahanku yang mungkin tidak masuk akal, atau aku yang selalu hilang dari hidup kalian, dan kembali lagi disaat aku butuh, kangen, rindu, dan segalanya. Maaaf sekali karena aku membenci sebagian orang yang ku kenal, tapi apakah itu salah? Maksudku, aku bukan dewa. Dan aku yakin, kalian juga pasti membenci seseorang di hidup kalian, sampai sekarang. Terimakasih jika kalian telah memaafkan aku, dan terimakasih jika kalian memaklumi artikel ini. Have a good time *smile

sekalipun aku takkan pernah mencoba kembali padamu

sejuta kata maaf terasa kan percuma

sebab rasa ku tlah mati untuk menyadarinya


Post a Comment